Rabu, 12 November 2008

Tugas HTML

Jelaskan Pengertian singkat HTML
- Sebutkan software yang diperlukan dalam membuat website static
* editor :
* browser
- Buat struktur Umum HTML
- sebutkan langkah-langkah membuat dokumen HTML dengan editor Notepad, dan cara penyimpanan
- Sebutkan tag -tag yang anda ketahui dan berikan contoh penggunannya (minimal 15 tag)

===================================================================

Tugas ditulis tangan di buku latihan
Tugas di ketik rapi di masing-masing blog
jika sudah update blog silakan comment di posting tugas ini beirisi alamat blog dan identitas lengkap



Jawaban:

1.HTML(Hyper Text Markup Language) merupakan suatu bahasa pemrograman yang di gunakan untuk membangun sebuah website.

2.Software yg di perlukan membuat website static yaitu:

Editor:HTML Editor

Browser:Internet Explorer

3.Struktur umum HTML yaitu:

coba Html

Judul

4.Langkah-langkah membuat dokumen Html editor notepade dan penyimpanannya yaitu:

a.Bukalah aplikasi Notepad.Caranya dengan mengklik start >All program >Accesorise > Notepad.

b.Ketiklah program berikut:

c.Simpanlah program tersebut dengan nama contoh1.html

d.Bukalah internet explorer dengan cara mengklik start>All program >internet explorer.

e.Klik File >Open>browse.Carilah file contoh1.html tersebut ,kemudian klik.

f.Pada layar akan tampak tampilan hasil dari program yang telah anda buat.

5.Sebutkan tag dan fungsinya:

A.Tag :Nama ekstensi file-file website

B.Tag :penulisan judul Html

C.Tag :penulisan judul

D.Tag

:memulai tabel

E.Tag

:mengakhiri tabel

F.Tag Heading:memberi judul pada suatu dokumen Html

G.Tag Break:memenggal suatu kalimat

H.Tag dan :Menampilkan huruf tebal

I.Tag dan :Menampilkan huruf miring

J.Tag dan :Menampilkan huruf bergaris bawah

K.Tag

    dan
:Menggunakan nomor urut

L.Tag

  • dan
  • :digunakan memunculkan nomor urut

    M.Tag

      dan
    :menandakan beberapa objek tanpa nomor urut

    N.Tag :menampilkan header

    O.Tag :menampilkan baris

    P.Tag :menampilkan isi data

    Q.Tag dan : pemberi judul tabel

    R.Tag

    :tabel berada di tengah-tengah


    Rabu, 15 Oktober 2008

    KABEL DATA KOMPUTER

    Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
    Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
    1
    Pengantar Pengkabelan
    dan Jaringan
    Wahyu Kelik
    kelik@kresna.mine.nu
    Pengantar
    Jaringan komputer pada dasarnya adalah jaringan kabel, menghubungkan satu sisi dengan sisi yang lain,
    namun bukan berarti kurva tertutup, bisa jadi merupakan kurva terbuka (dengan terminator diujungnya).
    Seiring dengan perkembangan teknologi, penghubung antar komputer pun mengalami perubahan serupa.
    Mulai dari teknologi telegraf yang memanfaatkan gelombang radio hingga teknologi serat optik dan
    laser menjadi tumpuan perkembangan jaringan komputer. Hingga sekarang, teknologi jaringan komputer
    bisa menggunakan teknologi “kelas” museum (seperti 10BASE2 menggunakan kabel coaxial) hingga
    menggunakan teknologi “langit” (seperti laser dan serat optik).
    Akan dibahas sedikit tentang bagaimana komputer terhubung satu sama lain, mulai dari teknologi kabel
    coaxial hingga teknologi laser. Keterbatasan pengalaman menyebabkan tulisan ini pun terbatas sifatnya.
    Topology Jaringan Komputer dan Pengkabelan
    Mungkin anda sudah bertanya di dalam hati, kok setiap pembahasan tentang jaringan komputer perlu
    dibahas tentang topology computer network pada bagian awalnya? Tentu jawabnya bisa bermacammacam,
    namun pada intinya, jaringan komputer adalah jaringan kabel, dimana bentuk dan fungsi dari
    jaringan tersebut menentukan pemilihan jenis kabel, demikian juga sebaliknya, ketersediaan kabel dan
    harga menjadi pertimbangan utama untuk membangun sebuah network (baik home network, SOHO
    network ataupun network kelas raksasa seperti MAN –metropolitan area network).
    Lisensi Dokumen:
    Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
    Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan
    disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan
    syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright
    yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan
    penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari
    IlmuKomputer.Com.
    Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
    Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
    2
    Sebenarnya ada banyak topologi jaringan komputer, namun yang sering didengar pada umumnya
    berkisar pada 3 bentuk (topology) jaringan komputer, yaitu
    Ring Topology
    sumber: Cisco Inc.
    Topologi ini memanfaatkan kurva tertutup, artinya informasi dan data serta traffic disalurkan sedemikian
    rupa sehingga masing-masing node. Umumnya fasilitas ini memanfaatkan fiber optic sebagai sarananya
    (walaupun ada juga yang menggunakan twisted pair).
    Linear Bus Topology
    sumber: http://fcit.coedu.usf.edu/network/chap5/chap5.htm
    Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel
    Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network),
    maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
    Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang
    dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara
    benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi
    terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan
    dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan
    dengan client atau node).
    Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
    Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
    3
    Star Topology
    sumber: http://fcit.coedu.usf.edu/network/chap5/chap5.htm
    Topologi jaringan ini banyak digunakan di berbagai tempat, karena kemudahan untuk menambah,
    mengurangi atau mendeteksi kerusakan jaringan yang ada. Selain itu, permasalahan panjang kabel yang
    harus sesuai (matching) juga tidak menjadi suatu yang penting lagi. Pokoknya asal ada hub (yang masih
    beres tentunya) maka bisa terhubunglah beberapa komputer dan sumber daya jaringan secara mudah.
    Dengan berbekal crimtool, kabel UTP (biasanya CAT5) dan connector, seseorang dengan mudah
    membuat sebuah sistem jaringan. Tentu ada beberapa kerugian karena panjang kabel (loss effect)
    maupun karena hukum konduksi, namun hampir bisa dikatakan semua itu bisa diabaikan.
    Paparan ketiga topologi di atas hanya sebagai sebuah pengantar. Intinya bahwa sebuah jaringan bisa jadi
    merupakan kombinasi dari dua atau tiga topologi di atas. Misalnya saja ada yang menyebut tree topology,
    dimana sebenarnya topologi ini merupakan gabungan atau kombinasi dari ketiga topologi yang ada.
    Tree Topology
    sumber: http://fcit.coedu.usf.edu/network/chap5/chap5.htm
    Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
    Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
    4
    Nampak pada diagram di atas, backbone memanfaatkan linear bus topology, sedangkan untuk
    menghubungkan client atau node memanfaatkan star topology. Jadi bukanlah menjadi suatu hal yang
    tabu untuk menggabungkan atau mensinergikan sebuah topologi jaringan dengan topologi jaringan yang
    lain.
    Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
    Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
    5
    Contoh Beberapa Jaringan Universitas
    sumber: http://www.cso.ui.ac.id/
    Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
    Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
    6
    Seperti nampak pada gambar di atas, JUITA (Jaringan Universitas Indonesia TerpAdu) memanfaatkan
    beberapa topology. Untuk backbone di kampus UI Depok, JUITA dibangun di atas FDDI Ring 100Mbps.
    Untuk menghubungkan ke client, ada mesin ES/1 yang digunakan untuk router. Karena kondisi di
    lapangan (disebabkan batasan maksimum panjang kabel), tidak semua mesin ES/1 terhubung langsung
    ke FDDI Ring, namun ada yang memanfaatkan mesin ES/1 lainnya untuk terhubung ke backbone. Dari
    masing-masing mesin ES/1 ini kemudian dihubungkan menggunakan star topology ke masing-masing
    gedung. Namun dari sambungan masing-masing star topology ini, sebenarnya memanfaatkan bus-linear
    topology. Dengan memanfaatkan kabel FiberOptic sebagai sarana koneksi, dari mesin ES/1 ditarik
    beberapa buah kabel. Dari kabel-kabel tersebut, ada yang berfungsi untuk kabel utama, namun ada juga
    yang digunakan untuk kabel cadangan. Kabel-kabel tersebut kemudian dihubungkan ke hub utama
    (menggunakan converter FO). Dari hub utama, untuk menghubungkan dengan gedung lain (yang
    melewati outdoor space), digunakanlah kabel FO. Jadi hubungan dari mesin ES/1 ke hub ke gedung lain
    dilewatkan adapter di main hub. Jika masih ada gedung lain, maka digunakan juga fiberoptic, dengan
    sumber koneksi dari gedung terdekat. Dari masing-masing HUB utama ini, kemudian dihubungkan ke
    hub lainnya dengan memanfaatkan star topology. Alasan utama pemilihan kabel fiberoptic untuk
    outdoor space adalah dalam rangka mengurangi efek dari serangan petir. Sebab wilayah UI Depok
    sangat rawan terhadap serangan petir. Sehingga diharapkan, kabel-kabel yang berada di outdoor space
    tidak terganggu oleh adanya serangan petir.
    Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
    Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
    7
    sumber: http://www.tamu.edu/
    Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
    Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
    8
    Jenis Jaringan, Jenis kabel dan Jenis Protocol
    yang biasanya digunakan
    Physical Topology Common Cable Common Protocol
    Ring Fiber
    Twisted Pair
    Token Ring
    Linear Bus Twisted Pair
    Coaxial
    Fiber
    Ethernet
    LocalTalk
    Star Twisted Pair
    Fiber
    Ethernet
    LocalTalk
    Tree Twisted Pair
    Coaxial
    Fiber
    Ethernet
    Source: http://fcit.coedu.usf.edu/network/chap5/chap5.htm
    Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
    Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
    9
    Type dan Jenis Kabel
    Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasinya yang berbeda, oleh karena itu dibuatlah
    pengenalan tipe kabel. Ada dua jenis kabel yang dikenal secara umum, yaitu twisted pair (UTP
    unshielded twisted pair dan STP shielded twisted pair) dan coaxial cable.
    Kategori untuk twisted pair yaitu (hingga saat ini, Agustus 2003), yaitu:
    Cable Type Feature
    Type CAT 1 UTP
    analog
    (biasanya digunakan di perangkat telephone
    pada umumnya dan pada jalur ISDN –integrated
    service digital networks. Juga untuk
    menghubungkan modem dengan line telepon).
    Type CAT 2 UTP - up to 1 Mbits
    (sering digunakan pada topologi token ring)
    Type CAT 3 UTP / STP
    16 Mbits data transfer
    (sering digunakan pada topologi token ring atau
    10BaseT)
    Type CAT 4 UTP, STP 20 Mbits data transfer
    (biasanya digunakan pada topologi token ring)
    Type CAT 5 UTP, STP - up to 100 MHz 100 Mbits data transfer / 22 db
    Type CAT 5enhanced UTP, STP - up to 100 MHz
    1 Gigabit Ethernet up to 100 meters - 4 copper
    pairs
    (kedua jenis CAT5 sering digunakan pada
    topologi token ring 16Mbps, Ethernet 10Mbps
    atau pada FastEthernet 100Mbps)
    Type CAT 6 up to 155 MHz or 250 MHz
    2,5 Gigabit Ethernet up to 100 meters or 10
    Gbit/s up to 25 meters . 20,2 db
    (Gigabit Ethernet)
    Type CAT 7 up to 200 MHz or 700 Mhz Giga-Ethernet / 20.8 db
    (Gigabit Ethernet)
    Sumber: http://www.glossary-tech.com/cable.htm and http://www.firewall.cx/cabling_utp.php
    Pemberian kategori 1/2/3/4/5/6 merupakan kategori spesifikasi untuk masing-masing kabel tembaga dan
    juga untuk jack. Masing-masing merupakan seri revisi atas kualitas kabel, kualitas pembungkusan kabel
    (isolator) dan juga untuk kualitas “belitan” (twist) masing-masing pasang kabel. Selain itu juga untuk
    menentukan besaran frekuensi yang bisa lewat pada sarana kabel tersebut, dan juga kualitas isolator
    sehingga bisa mengurangi efek induksi antar kabel (noise bisa ditekan sedemikian rupa).
    Perlu diperhatikan juga, spesifikasi antara CAT5 dan CAT5 enchanced mempunyai standar industri yang
    sama, namun pada CAT5e sudah dilengkapi dengan insulator untuk mengurangi efek induksi atau
    electromagnetic interference. Kabel CAT5e bisa digunakan untuk menghubungkan network hingga
    kecepatan 1Gbps.
    Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
    Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
    10
    Sedangkan untuk coaxial cable, dikenal dua jenis, yaitu thick coaxial cable (mempunyai diameter
    lumayan besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).
    Thick coaxial cable (Kabel Coaxial “gemuk”)
    Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini
    mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning; kabel jenis ini biasa disebut
    sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan cuman disebut
    sebagai yellow cable.
    Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai
    berikut:
    * Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan terminator
    yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor
    mempunyai disipasi tegangan yang lumayan lebar).
    * Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated
    segments.
    * Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transceiver).
    * Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
    * Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
    * Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
    * Setiap segment harus diberi ground.
    * Jarang maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet
    (sekitar 5 meter).
    * Jarang minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).
    Thin coaxial cable (Kabel Coaxial “Kurus”)
    Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang
    tidak memerlukan output daya yang besar. Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial
    jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5mm dan
    biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC
    T-connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet.
    Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan TConnector
    dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut:
    * Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
    * Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
    * Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices)
    * Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver,
    kecuali untuk repeater.
    * Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment).
    * Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
    * Panjang minimum antar T-Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
    * Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter).
    * Setiap segment maksimum mempunyai 30 perangkat terkoneksi.
    Istilah Jaringan dan Pengkabelan
    Cable Comment
    10 Base2
    10-Mbps baseband Ethernet specification using 50-ohm thin coaxial cable. 10Base2, which
    is part of the IEEE 802.3 specification, has a distance limit of 606.8 feet - 185 meters - per
    segment.
    http://www.sas.upenn.edu/~cns/10b2.htm
    Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
    Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
    11
    10 Base5
    10-Mbps baseband Ethernet specification using standard (thick) 50-ohm baseband coaxial
    cable. 10Base5, which is part of the IEEE 802.3 baseband physical layer specification, has a
    distance limit of 1640 feet - 500 meters - per segment.
    10BaseF 10-Mbps baseband Ethernet specification that refers to the 10BaseFB, 10BaseFL, and
    10BaseFP standards for Ethernet over fiber-optic cabling
    10BaseFB
    10-Mbps baseband Ethernet specification using fiber-optic cabling. 10BaseFB is part of the
    IEEE 10BaseF specification. It is not used to connect user stations, but instead provides a
    synchronous signaling backbone that allows additional segments and repeaters to be
    connected to the network. 10BaseFB segments can be up to 1.24 miles - 2000 meters - long.
    10BaseFL
    10-Mbps baseband Ethernet specification using fiber-optic cabling. 10BaseFL is part of the
    IEEE 10BaseF specification and, while able to interoperate with FOIRL, is designed to
    replace the FOIRL specification. 10BaseFL segments can be up to 3280 feet - 1000 meters -
    long if used with FOIRL, and up to 1.24 miles - 2000 meters - if 10BaseFL is used
    exclusively.
    10BaseFP
    10-Mbps fiber-passive baseband Ethernet specification using fiber-optic cabling. 10BaseFP
    is part of the IEEE 10BaseF specification. It organizes a number of computers into a star
    topology without the use of repeaters. 10BaseFP segments can be up to 1640 feet - 500
    meters - long.
    10BaseT
    10-Mbps baseband Ethernet specification using two pairs of twisted-pair cabling (Category
    3, 4, or 5): one pair for transmitting data and the other for receiving data. 10BaseT, which is
    part of the IEEE 802.3 specification, has a distance limit of approximately 328 feet -100
    meters - per segment
    100BaseFX
    100-Mbps baseband Fast Ethernet specification using two strands of multimode fiber-optic
    cable per link. To guarantee proper signal timing, a 100BaseFX link cannot exceed 1312 feet
    - 400 meters - in length. Based on the IEEE 802.3 standard
    100BaseT
    100-Mbps baseband Fast Ethernet specification using UTP wiring. Like the 10BaseT
    technology on which it is based, 100BaseT sends link pulses over the network segment when
    no traffic is present. However, these link pulses contain more information than those used in
    10BaseT. Based on the IEEE 802.3 standard.
    100BaseTX
    100-Mbps baseband Fast Ethernet specification using two pairs of either UTP or STP wiring.
    The first pair of wires is used to receive data; the second is used to transmit. To guarantee
    proper signal timing, a 100BaseTX segment cannot exceed 328 feet - 100 meters - in length.
    Based on the IEEE 802.3 standard
    100BaseX
    100-Mbps baseband Fast Ethernet specification that refers to the 100BaseFX and
    100BaseTX standards for Fast Ethernet over fiber-optic cabling. Based on the IEEE 802.3
    standard
    Disadur dari: http://www.glossary-tech.com/cable.htm
    Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
    Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
    12
    UTP Cable (khususnya CAT5 / CAT5e)
    (sumber: http://www.netspec.com/helpdesk/wiredoc.html)
    Wire pair #1: White/Blue
    Blue
    Wire pair #2: White/Orange
    Orange
    Wire pair #3: White/Green
    Green
    Wire pair #4: White/Brown
    Brown
    Connector yang bisa digunakan untuk UTP Cable CAT5 adalah RJ-45.
    Untuk penggunaan koneksi komputer, dikenal 2 buah tipe penyambungan kabel UTP ini, yaitu straight
    cable dan crossover cable. Fungsi masing-masing jenis koneksi ini berbeda, straight cable digunakan
    untuk menghubungkan client ke hub/router, sedangkan crossover cable digunakan untuk
    menghubungkan client ke client atau dalam kasus tertentu digunakan untuk menghubungkan hub ke hub.
    STRAIGHT CABLE
    Menghubungkan ujung satu dengan ujung lain dengan satu warna, dalam artian ujung nomor satu
    merupakan ujung nomor dua di ujung lain. Sebenarnya urutan warna dari masing-masing kabel tidak
    menjadi masalah, namun ada standard secara internasional yang digunakan untuk straight cable ini,
    yaitu :
    Koneksi minimum berdasarkan standar EIA/TIA-568B RJ-45 Wiring Scheme :
    Pair#2 is connected to pins 1 and 2 like this:
    Pin 1 wire color: white/orange
    Pin 2 wire color: orange
    Pair#3 is connected to pins 3 and 6 like this:
    Pin 3 wire color: white/green
    Pin 6 wire color: green
    Sedangkan sisa kabel-nya dihubungkan sebagai berikut:
    Pair#1
    Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
    Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
    13
    Pin 4 wire color: blue
    Pin 5 wire color: white/blue
    Pair#4
    Pin 7 wire color: white/brown
    Pin 8 wire color: brown
    CROSSOVER CABLE
    Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
    Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
    14
    Dasar Koneksi untuk UTP Crossover Cable
    Connector 1
    Pinout
    Connector 2
    Pinout
    1 3
    2 6
    3 1
    4 OPEN
    5 OPEN
    6 2
    7 OPEN
    8 OPEN
    pin 1 -> pin 3, pin 2 -> pin 6, pin 3 -> pin 1, and pin 6 -> pin 2.
    Pin lainnya dibiarkan tidak terhubung
    Rangkuman:
    Crossover
    Cable
    Straight Through
    Cable
    RJ-45
    PIN
    RJ-45
    PIN
    RJ-45
    PIN
    RJ-45
    PIN
    1 Rx+ 3 Tx+ 1 Tx+ 1 Rc+
    2 Rc- 6 Tx- 2 Tx- 2 Rc-
    3 Tx+ 1 Rc+ 3 Rc+ 3 Tx+
    6 Tx- 2 Rc-
    6 Rc- 6 Tx
    Daftar Pustaka
    Baron, E Fowler. 1997-99. An Educator’s Guide to School Network. Florida Center for Instructional
    Technology, College of Education, University of South Florida
    [Online documentation: http://fcit.coedu.usf.edu/network/default.htm]
    Glossary-tech.com. undated publication. Cable Glossary.
    [Online documentation: http://www.glossary-tech.com/cable.htm]
    Firewall.cx. undated publication. Unshielded Twisted Pair.
    [Online documentation: http://www.firewall.cx/cabling_utp.php]
    Kerr, Robert. 1996. Wiring Tutorial for 10BaseT Unshielded Twisted Pair (UTP). NetSpec. Inc.
    [Online documentation: http://www.netspec.com/helpdesk/wiredoc.html]